Ads 468x60px

Labels

Benarkah Konsumsi Udang + Jeruk Bisa menyebabkan Kematian ?

Mitos yang Salah Tentang Bahaya konsumsi udang(Seafood) bersamaan dengan Jeruk
Benarkah mengkonsumsi udang bersamaan dengan jeruk bisa menyebabkan keracunan ???? Berikut cerita yang menggambarkan bahaya mengkonsumsi seafood da vitamin C secara bersamaan dan berlebihan yang kami rangkum dari berbagai sumber:
Medan, Steven makan lobster dan minum es jeruk pada suatu malam saat ngumpul bareng bersama teman- temannya. Tapi sebelum acara tersebut usai, pria itu merasa pusing dan muntah- muntah. Bahkan seluruh ujung jarinya berubah menjadi biru kehitam- hitaman.
Habis makan lobster atau udang konon katanya tidak boleh minum air jeruk karena bisa memicu keracunan yang mengakibatkan kematian. Steven merasa lega karena ia tak mati keracunan, tapi ia bingung benarkah makan udang plus minum air jeruk bisa memicu keracunan?
Kejadian keracunan makan udang plus minum air jeruk juga menimpa  seorang wanita yang meninggal mendadak dengan lima panca indera keluar darah, setelah diselidiki ternyata wanita ini meninggal bukan karena bunuh diri atau dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang racun akibat makanan. Wanita ini ada kebiasaan minu...m Vit C tiap hari. Ini tidak masalah.
Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan udang. Sebenarnya cuma makan udang saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan udang malam itu dan tak ada yang meninggal.. Tetapi, karena udang mengandung Arsenic Pentoxide (As2O 5), dan berhubung habis makan udang wanita itu minum Vit C, terjadilah reaksi kimia di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3 ) yang sangat beracun.
Ini mengakibatkan hati, jantung, ginjal, pembuluh darah rusak, usus keluar darah, pembuluh darah melebar hingga wanita itu meninggal mengenaskan dengan kelima panca indera keluar darah. Jadi hati-hati, habis banyak makan udang, kerang, kepiting, jangan minum Vit C pada saat yang bersamaan.
Selama ini memang ada anggapan di masyarakat jika habis mengonsumsi udang atau lobster tidak boleh minum jus atau minuman yang mengandung jeruk karena bisa memicu keracunan.

Namun, hal ini di bantah oleh dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, pakar gizi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta ketika dihubungi detikHealth, Kamis (4/10/2012). dr Titi menuturkan jika ada orang yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi keduanya ada kemungkinan udang yang dimakan tersebut tidak fresh atau tidak bagus, misalnya saja mengandung arsenik.
Memang, ada benarnya juga kalau arus informasi ini membutuhkan kewaspadaan kita untuk bisa menelaahnya, dan sering sekali, masyarakat kita tidak berusaha untuk menelusurinya lebih jauh.
Kalau begitu, ada baiknya juga meninjau hal-hal seperti ini dengan informasi yang juga bisa dipertanggungjawabkan, agar tak banyak yang ikut-ikutan tersesat dalam arus informasi salah kaprah ini.
Sekilas Tentang Arsenik
Apa itu Arsenik ??? Arsenik, sebagai salah satu zat kimia yang terdapat di alam kita memang kerap dianggap sebagai suatu zat toksik, apalagi dengan kasus Munir yang belum lama ini cukup menghebohkan dengan kesimpulan penyebab kematian dari tim ahlinya sebagai akibat dari kelebihan kadar arsenik dalam tubuhnya.
Arsenik sendiri merupakan bahan kimia yang terdapat secara alami maupun antropogenik, dari hasil sampingan berbagai aktifitas manusia.
Secara alamiah, arsenik bersumber dari berbagai mineral dan sebagai unsur kimia, arsenik ini dapat dimobilisasi melalui kombinasi beberapa proses alamiah termasuk diantaranya proses erosif dan pelapukan, emisi gunung api berikut sejumlah aktifitas biologik yang lain mulai dari pertambangan, pembakaran, termasuk penggunaan pestisida, herbisida dan berbagai bahan pengawet termasuk pada ternak. Bentuknya sendiri dapat berupa bahan padat maupun yang ditemukan di lingkungan air sebagai bentuk organik atau anorganik.
Berbagai proses mobilisasi tadi membuat kita tak lagi heran bila kadar arsenik bisa dijumpai dalam berbagai produk alam termasuk sumber-sumber laut, namun perlu juga diingat bahwa kadar toksiknya juga bergantung pada bentuk-bentuk tadi dalam mekanisme biokimiawi yang sangat kompleks, walaupun kemampuannya sebagai bahan toksik sudah ditemukan sejakalam tubuh manusia sendiri, proses metabolisme arsenik dapat terjadi melalui banyak mekanisme berbagai reaksi oksidasi, reduksi, metilasi dan terikatnya unsur ini dengan protein untuk bisa mengakibatkan suatu toksisitas terhadap organnya.
Sebelum beberapa penemuan tentang toksisitas arsenik ini merebak, ada pula laporan bahwa arsenik juga digunakan dalam beberapa bahan medis termasuk dalam perawatan gigi walaupun sekarang tidak lagi dianjurkan karena potensi pemaparannya dalam jangka waktu tertentu.
 Apapun alasannya, sama dengan kebanyakan bahan kimia lain, arsenik sendiri pun memiliki batasan kadar yang berpotensi atau sama sekali tidak membahayakan kesehatan manusia dalam patokan waktu tertentu. Jadi dengan suatu kesimpulan singkat, sumber-sumber alamiah kebanyakan hanya bisa terkontaminasi oleh arsen melalui suatu proses pencemaran, begitu pula dalam sebuah ekosistem laut berikut isinya termasuk udang tersebut, yang secara alamiah sama sekali tidak mengandung arsenik.
 Reaksi Arsenik dengan Vitamin C?
 Sama seperti latar belakang kandungan arsenik pada sumber alami laut, dalam hal ini, udang tersebut, proses kimiawinya dengan vitamin C juga tidak memiliki dasar yang jelas. Pandangan ini bisa diperjelas dari bentuk kimiawi arsenik sendiri, dimana arsen merupakan elemen dasar yang tidak dapat dibentuk melalui suatu reaksi, kecuali pada perubahan bentuk arsenik itu sendiri melalui reaksi metabolisme, dan masing-masing bentuknya juga memiliki kadar toksisitas sendiri-sendiri.
 Tak ada pula penelitian lanjutan dari kasus ini melalui laporan resmi dari institusi manapun, lagi beberapa bantahan yang datang dari beberapa ahli sebagai tindak lanjutannya itu menyebutkan vitamin C dalam bentuk asam askorbat sebagai vitamin yang dikonsumsi sama sekali bukan suatu pereduktor dalam konteks reaksi kimia merupakan antioksidan yang mencegah terjadinya reaksi oksidasi.

Jadi, pendapat bahwa semua udang yang dianggap mengandung Arsenic Pentoxide yang bila bereaksi dengan vitamin C akan membentuk Arsenic Trioxide yang tergolong toksik dan bisa mengakibatkan hal fatal sepenuhnya bisa dibantah.
Kasus-kasus fatal yang tergolong sangat jarang terjadi pada konsumsi udang dan penggunaan vitamin C sendiri sebenarnya bukan karena reaksi keduanya, melainkan pada individu tertentu yang mengalami reaksi alergi terhadap masing-masing bahan tanpa adanya penanganan dini.
Umumnya konsumsi udang akan dihindari jika seseorang memiliki kadar kolesterol tinggi di dalam tubuhnya.Sedikit tambahan semoga info ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Kasih tau ke semua teman atau keluarga. mari berbagi kepedulian sesama...
Forward lah jika anda merasa info ini penting.
Salam jabat hangat
adminrumahsehat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih. Komentar Anda menunggu untuk dimodernisasi